Mengamalkan Ilmu


Abu Darda Radhiyallhu ‘Anhu berkata, "Engkau tidak akan menjadi seorang alim hingga engkau menjadi orang yang belajar. Dan engkau tidak dianggap alim tentang suatu ilmu, sampai engkau mengamalkannya".

Ali Radhiyallahu ‘Anhu berkata, "Ilmu membisikkan untuk diamalkan kalau saeorang menyambut (maka ilmu itu akan bertahan bersama dirinya). Bila tidak demikian maka ilmu itu akan pergi".

Al Fudhail bin Iyadh rahimahullah berkata, "Seorang alim senantiasa dalam keadaan bodoh hingga dia mengamalkan ilmunya. Bila dia sudah mengamalkannya, barulah ia menjadi alim".

Diambil dari ‘Awa’iq Ath Thalab, hal 17-18
Sumber: Majalah Asy Syariah Vol IV/No 45/1429 H/ 2008
M



Nasehat Untuk Taat dan Sabar Terhadap Pemerintah


Asy Syaikh Abu Abdillah Jamal bin Furaihan Al Haritsi
 
Bab 3 Perintah Mentaati Dan Memuliakan Penguasa Serta Tidak Memberontak Kepadanya
 
26. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :
 
“Meskipun kamu diperintah oleh budak Habsyi yang (jelek) terpotong hidungnya tetaplah kamu mendengar dan mentaatinya selama ia memimpinmu dengan Kitab Allah.” (Hadits shahih dalam As Sunnah Ibnu Abi Ashim 1062)
 
27. Beliau bersabda :
 
“Barangsiapa yang mentaatiku berarti ia mentaati Allah dan siapa yang bermaksiat kepadaku maka ia bermaksiat kepada Allah dan siapa yang taat kepada amirnya (pemimpin/penguasa) berarti ia mentaatiku dan siapa yang bermaksiat kepada amirnya (pemimpin/penguasa) maka ia berarti bermaksiat kepadaku dan amirnya adalah tameng.” (Hadits shahih dalam As Sunnah Ibnu Abi Ashim 1065-1068)
 
(Menurut Imam Al Qurthuby yang dinukil oleh Imam As Suyuthi dalam Kitab Az Zahrur Riba, arti tameng di sini adalah ia (amir itu) diikuti pendapat dan pandangannya dalam beberapa peraturan dalam menghadapi keadaan yang mengkhawatirkan, pent.)
 
Selengkapnya »



Nasehat Bagi Kaum Muslimin Dalam Menyikapi Tahun yang Penuh dengan Gempa Bumi dan Bencana Alam


Fadhilatu As Syaikh ‘Abdul Aziz bin ‘Abdillah bin Bazz Rahimahullah 
 
Segala puji hanya milik Allah , shalawat dan salam tetap terlimpah kepada Rasulullah, keluarganya, shahabat-shahabatnya dan orang-orang yang mengikuti petunjuk beliau. Amma ba’du :
 
Sesungguhnya Allah Ta’ala Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui dengan semua perkara yang telah Allah tetapkan dan takdirkan. Sebagaimana pula Allah Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui dengan semua apa-apa yang telah Allah syari’atkan kepada para hamba-Nya dan apa-apa yang telah Allah perintahkan kapada mereka.

Dan Allah menciptakan segala sesuatu yang Allah kehendaki dari tanda-tanda kekuasaannya (diantaranya dengan terjadinya gempa bumi dan bencana yang lainnya). Allah mentakdirkan terjadinya gempa bumi dan bencana yang lainnya dalam rangka untuk menakuti hamba-hamba- Nya, dan dalam rangka memperingatkan mereka atas apa-apa yang telah Allah wajibkan kepada mereka dari hak-hak Allah (yang kebanyakan mereka tidak menunaikannya), dan dalam rangka memperingatkan mereka dari perbuatan syirik kepada Allah (yang banyak mereka lakukan) dan sebagai peringatan dari perbuatan menyelisihi perintahnya.

Selengkapnya »



Islam itu Indah: Pandangan yang Benar tentang Jihad dan Amar Ma’ruf Nahi Munkar


Asy Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di 
 
Keindahan selanjutnya adalah ajaran jihad, perintah untuk melakukan semua yang ma’ruf, dan larangan dari semua yang mungkar dalam agama ini. Jihad yang dikandungnya sebenarnya dimaksudkan untuk menolak tindakan aniaya orang-orang zhalim terhadap hak-hak agama ini dan dakwahnya. Inilah jenis perjuangan yang paling afdhal di mana tidak dimaksudkan dengannya ambisi, tamak, atau keinginan-keinginan hawa nafsu lainnya.

Selengkapnya »



Beriman dan Beramal Shalih dengan Sebenarnya


Syaikh Abdurrahman Bin Nasir As Sa’di

Sarana yang paling agung yang merupakan sarana pokok dan dasar bagi tergapainya hidup bahagia adalah beriman dan beramal shalih. Allah Azza Wa Jalla berfirman (yang artinya), "Barangsiapa yang melakukan amal shalih [1] baik pria maupun wanita, sedangkan ia beriman, maka sesungguhnya akan Kami karuniakan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka lakukan."(An Nahl:97)

Selengkapnya »



Pintu-Pintu Kerusakan


Al Ustadz Zainul Arifin

Dzun Nun Al Mishri Rahimahullah (Seorang Ulama setelah masa tabi’ut tabi’in) berkata:

"Bukti seseorang cinta kepada Allah Azza Wa Jalla adalah cinta kepada Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam juga cinta kepada akhlaknya, amalan-amalannya, perintah-perintahnya serta sunnah-sunnahnya (ajaran beliau)"

Selengkapnya »



Titik Akhir Ahli Bid’ah


Dari Abu Qilabah Rahimahullah, beliau berkata:
"Tidak ada seorang yang mengadakan kebid’ahan melainkan suatu saat dia akan menganggap halal menghunus pedang (menumpahkan darah kaum muslimin, atau memberontak pada pemerintah)" 
(Al I’tisham 1/112, Ad Darimi 1/58 no 99)

Selengkapnya »



Sempurnanya Suatu Amalan


Abu Abdillah An Nabaji Rahimahullah berkata:

"Ada lima karakter yang dengannya akan sempurna suatu amalan:

  1. Keimanan yang disertai pengetahuan yang benar tentang Allah Subhanahu Wata’ala
  2. Mengenal al-Haq
  3. Mengikhlaskan seluruh amalan hanya untuk Allah Subhanahu Wata’ala
  4. Beramal sesuai sunnah Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam dan
  5. Makan dari makanan yang halal
Selengkapnya »



Shaf Shalat : Lurus dan Rapat


 Klik pada gambar untuk gambar yang lebih besar 
Selengkapnya »