
Shahihkah Doa Bulan Rajab ?
Al Ustadz Jafar Sholih
“Allaahumma baarik lanaa fii rajab wasy-sya’baan, wa ballighnaa ramadhaan”
Artinya: “Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan”.
Dikisahkan bahwa apabila masuk bulan Rajab, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam membaca doa diatas.
Hadits ini diriwayatkan oleh Al Baihaqi di dalam Ad Da’awaat Al Kubra dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu seperti yang disebutkan di dalam kitab Misykaatul Mashaabih bab Al Jum’ah.
Kedudukan hadits ini: Dha’if (lemah) seperti yang dijelaskan oleh Asy-Syaikh Al Albani Rahimahullah dan Asy-Syaikh Shalih Al Fauzan di dalam fatwa terbarunya.
Judul Asli: Yaa Allah Berkahilah Kami di bulan Rajab dan Sya’ban ini…?
Sumber: www.ahlussunnah-jakarta.com
Bid’ah Peringatan Isra’ Mi’raj Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam
Tidak diragukan lagi bahwa Isra’ - Mi’raj merupakan salah satu tanda dari Allah yang menunjukkan kebenaran Rasul-Nya Muhammad saw dan keagungan kedudukannya di sisi Allah ‘Azza wa Jalla. Juga membuktikan bahwa Allah Maha Kuasa dan Maha Tinggi diatas semua makhluk-Nya.
Firman Allah Ta’ala (artinya): "Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat". (Al-Isra’ :1).
Hadits Palsu Seputar Amalan Bulan Rajab
Al Ustadz Abu Mundzir Dzul Akmal As Salafy
Artinya : "Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban bulan Saya (Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam), sedangkan Ramadhan bulan ummat Saya. Barang siapa berpuasa di bulan Rajab dua hari, baginya pahala dua kali lipat, timbangan setiap lipatan itu sama dengan gunung gunung yang ada di dunia, kemudian disebutkan pahala bagi orang yang berpuasa empat hari, enam hari, tujuah hari, delapan hari, dan seterusnya, sampai disebutkan ganjaran bagi orang berpuasa lima belas hari."
Hukum Peringatan Maulid Nabi
Telah berulang kali muncul pertanyaan tentang hukum upacara (ceremoni ) peringatan maulid Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam; mengadakan ibadah tertentu pada malam itu, mengucapkan salam atas beliau dan berbagai macam perbuatan lainnya.
