Shahihkah Doa Bulan Rajab ?


Al Ustadz Jafar Sholih

اللهم بارك لنا في رجب وشعبان وبلغنا رمضان

“Allaahumma baarik lanaa fii rajab wasy-sya’baan, wa ballighnaa ramadhaan”

Artinya: “Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan”.

Dikisahkan bahwa apabila masuk bulan Rajab, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam membaca doa diatas.

Hadits ini diriwayatkan oleh Al Baihaqi di dalam Ad Da’awaat Al Kubra dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu seperti yang disebutkan di dalam kitab Misykaatul Mashaabih bab Al Jum’ah.

Kedudukan hadits ini: Dha’if (lemah) seperti yang dijelaskan oleh Asy-Syaikh Al Albani Rahimahullah dan Asy-Syaikh Shalih Al Fauzan di dalam fatwa terbarunya.

Judul Asli: Yaa Allah Berkahilah Kami di bulan Rajab dan Sya’ban ini…?
Sumber: www.ahlussunnah-jakarta.com 

Selengkapnya »



Dalil Tentang Haramnya Makan Daging Anjing


Al Ustadz Abu Muhammad Dzulqarnain

Pertanyaan:

Haramkah makan daging anjing? 

Jawab: 

Makan daging anjing hukumnya adalah haram, ada dua alasan menunjukkan haramnya

Selengkapnya »



Tafsir Ath Thabari: Jami’ul Bayan Fi Tafsiril Qur’an


Al Ustadz Ahmad Hamdani Ibnu Muslim 

Namanya menunjukkan kualitas kitabnya. Arti judul kitab ini (Jami’ul Bayan Fi Tafsiril Qur’an -red) adalah "Keterangan Lengkap Tentang Tafsir Al Qur’an" atau yang di kalangan ulama dan pencari ilmu, populer dengan sebutan Tafsir Ath Thabari. Demikianlah kira-kira yang nampaknya laik, yang tentunya komentar ulama lebih afdhal diberikan kepada sebuah tafsir legendaris karya seorang bapak tafsir dan tarikh Islam, Al Imam Abu Ja’far Muhammad bin Jarir bin Yazid bin Katsir bin Ghalib Ath Thabari yang hidup tahun 224-310 H.

Selengkapnya »



Tafsir Ibnu Katsir: Salah Satu Kitab Tafsir Al Qur’an Terbaik


Al Ustadz Ahmad Hamdani Ibnu Muslim
 
Sesungguhnya memahami Kalamullah adalah cita-cita yang paling mulia dan taqarrub (pendekatan diri kepada Allah) yang paling agung. Amalan ini telah dilakukan shahabat, tabi’in dan murid-murid mereka yang menerima dan mendengar langsung dari guru-guru mereka. Kemudian dilanjutkan oleh generasi berikutnya yang mengikuti jejak mereka hingga hari kiamat.

Tidak diragukan, orang pertama yang menerangkan, mengajarkan, dan menafsirkan Al Qur’an adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Para shahabat telah menerima Al Qur’an dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam secara bacaan dan pemahaman. Mereka mengetahui makna-makna, maksud-maksud dan rahasia-rahasianya karena kedekatan mereka dengan Rasulullah, khususnya Al-Khulafa’ Ar-Rasyidin, Abdullah bin Mas’ud, Ibnu Abbas, Ubai bin Ka’ab, Zaid bin Tsabit, Abu Musa Al-Asy’ari dan Abdullah bin Az-Zubair radhiallahu ‘anhum.

Selengkapnya »



Metode Menafsirkan Al Qur’an


Asy Syaikh Muhammad Nashirudin Al Albani 
 
Pertanyaan:
 
Apa yang harus kita lakukan untuk dapat menafsirkan Al-Qur’an ?

Jawaban:
 
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menurunkan Al-Qur’an ke dalam hati Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam agar beliau mengeluarkan manusia dari kekufuran dan kejahilan yang penuh dengan kegelapan menuju cahaya Islam. Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an surat Ibrahim ayat 1, (artinya): "Alif, laam raa.(Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. "

Allah Ta’ala juga menjadikan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam sebagai orang yang berhak menjelaskan, menerangkan dan menafsirkan isi Al-Qur’an. Firman Allah Ta’ala di dalam surat An-Nahl ayat 44 (artinya): "keterangan-keterangan (mu’jizat) dan kitab-kitab.Dan Kami turunkan kepadamu al-Qur’an, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka supaya mereka memikirkan…"

Selengkapnya »



Penulisan Hadits : BID’AH ?


Redaksi Al Wala’ Wal Bara’
 
Tanya:
 
Rosulullah pernah melarang menuliskan hadits karena khawatir rancu dengan Al Qur`an, kita bahkan menulis dan menterjemahkan dalam berbagai bahasa. Apa ini bukan bid’ah? Karena tidak ada dalam syar’i. Wassalamu ‘alaikum. (08122123*)

Selengkapnya »



Definisi SHAHABAT Radhiyallahu ‘Anhum


Al Ustadz Qomar Suaidi, Lc

Pengertian SHAHABAT adalah siapa saja yang bertemu Nabi Muhammad Sholallahu ‘Alaihi Wasallam Dalam keadaan beriman dengannya dan meninggal di atas Islam.

Selengkapnya »



Hari Raya Umat Islam


Syaikh Ali bin Hasan bin Ali bin Abdul Hamid Al Atsari
 
Definisi dan Makna Hari Raya Ied
 
Hari Raya ialah semua hari yang didalamnya terdapat sekumpulan orang. Adapun kata al ‘Id merupakan pecahan kata dari : ‘aada ya’uudu, yang memiliki arti : “seakan-akan mereka kembali kepadanya”. Dan ada yang mengatakan, bahwa pecahan katanya dari : al ‘aadah, yang artinya : “karena mereka membiasakannya.” Dan bentuk jamaknya : a’yaad.

Selengkapnya »



Siapa Saja Mahram Itu ?


Al Ustadz Abu Abdillah Muhammad Sarbini Al Makassari

Ada beberapa pertanyaan yang masuk seputar permasalahan muhrim, demikian para penanya menyebutnya, padahal yang mereka maksud adalah mahram. Perlu diluruskan bahwa muhrim dalam bahasa Arab adalah muhrimun, mimnya di-dhammah yang maknanya adalah orang yang berihram dalam pelaksanaan ibadah haji sebelum tahallul. Sedangkan mahram bahasa Arabnya adalah mahramun, mimnya di-fathah.

Mahram ini berasal dari kalangan wanita, yaitu orang-orang yang haram dinikahi oleh seorang lelaki selamanya (tanpa batas). (Di sisi lain lelaki ini) boleh melakukan safar (perjalanan) bersamanya, boleh berboncengan dengannya, boleh melihat wajahnya, tangannya, boleh berjabat tangan dengannya dan seterusnya dari hukum-hukum mahram.
Selengkapnya »