Jangan Bermudah-Mudah Dalam Berfatwa !


Dr. Anas Ahmad Karzun
 
Dan dari apa-apa yang bisa diambil terhadap sebagian penuntut ilmu (sebagai celaan untuk mereka) dalam pembahasan kita (yaitu jujur dan amanah) adalah bermudah-mudahannya mereka dalam berfatwa dengan semata-mata bermodalkan penelaahan / pengetahuan mereka dalam sebagian hukum-hukum syar’i. Sehingga salah seorang dari mereka menyangka bahwa dirinya sudah menjadi ahli fatwa dan mencoba meluruskan pendapat ahli fiqh atau membantahnya.
 
Selengkapnya »



Mutiara Berharga bagi Seorang Muslim


Al Ustadz Abdul Aziz As Salafy
 
Ketahuilah, Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus kita ke muka bumi adalah dalam rangka menjalankan tugas yang mulia. Yaitu mempersembahkan ibadah hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, menegakkan syariat-Nya, serta memberantas berbagai kemungkaran yang bisa mengundang murka Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya): "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku, Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan. Sesungguhnya Allah Dialah yang Maha Pemberi rezeki, yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh." (Adz-Dzaariyaat:56)
 
Selengkapnya »



Beragam Tujuan Menimba Ilmu Agama


Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu berkata
"Janganlah kalian memperlajari ilmu karena 3 hal: (1) Dalam rangka debat kusir dengan orang-orang bodoh, (2) Untuk mendebat para Ulama, atau (3) memalingkan wajah-wajah manusia ke arah kalian. Carilah apa yang ada di sisi Allah Subhanahu Wata’ala dengan ucapan dan perbuatan kalian. Karena sesungguhnya itulah yang kekal abadi, sedangkan yang selain itu akan hilang dan pergi"
(Jami’ul ‘Ulum wal Hikam 1/45)
 
Selengkapnya »



Prinsip-Prinsip Mengkaji Agama


Al Ustadz Qomar Suaidi 
 
Menuntut ilmu agama tidak cukup bermodal semangat saja. Harus tahu pula rambu-rambu yang telah digariskan syariat. Tujuannya agar tidak bingung menghadapi seruan dari banyak kelompok dakwah. Dan yang paling penting, tidak terjatuh kepada pemahaman yang menyimpang!

Selengkapnya »



Wajib Dipelajari Setiap Muslim


Redaksi Al Jihad
 
Ketahuilah, di antara ciri-ciri yang menonjol dari Ahlus Sunnah wal Jamaah itu adalah mereka sangat mengagungkan dan memuliakan ilmu! Ya, kesibukan dan kepeduliannya terhadap ilmu sangatlah besar, khususnya ilmu tentang syari’at Allah dan Rasul-Nya (ilmu agama). Dan ini merupakan perkara yang wajib diketahui oleh setiap muslim, sebelum ia mengetahui dan mempelajari selain agama-Nya.
Selengkapnya »



Belajar Mengucapkan “Saya Tidak Tahu”


Al Ustadz Muhammad Umar As Sewed

Disamping golongan pengingkar sunnah yang menolak hadits-hadits shahih dengan akal dan hawa nafsunya, adapula golongan yang "sok tahu". Mereka berbicara tanpa ilmu. Di antara mereka ada yang mengatakan bahwa Dajjal akan keluar dari segitiga bermuda, Dajjal adalah Amerika karena memandang dengan sebelah mata, Ya’juj dan Ma’juj adalah pasukan mongol, dan lain-lain.

Selengkapnya »



Berlomba Menuntut Ilmu Agama


Dr. Anas Karzun

Ketika seorang penuntut ilmu telah mendalam dalam mencari ilmu dan telah terbuka baginya pintu-pintu ilmu, maka dia (tetap) butuh akan tambahan ilmu, berlomba-lomba mencarinya, dan bersemangat dalam memperbanyak ilmu.

Selengkapnya »



Bertanya adalah Kunci Ilmu


Dr. Anas Ahmad Karzun

Kebanyakan yang menjadikan penuntut ilmu berpaling (sehingga terhalang dari ilmu) adalah permasalahan-permasalahan yang membuat dia musykilah (samar) atau kebingungan, maka ketika itu wajib baginya untuk menanyakannya kepada ulama dengan meminta bimbingan, beradab terhadap mereka, dan tawadhu’ di depan mereka. Allah ta’ala berfirman (yang artinya),

"Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kalian tidak mengetahui."[1]

Selengkapnya »



Peran Ilmu Dalam Kehidupan


Al Ustadz Zuhair bin Syarif

Bumi tanpa cahaya matahari akan hampa dan kehidupan akan binasa. Begitulah ibarat hati manusia, tanpa cahaya ilmu hati akan sakit dan mati. Di dalam hati seorang yang sakit, terdapat dua kecintaan dan dua penyeru. Kecintaan terhadap syahwat-syahwat, mengutamakannya dan semangat untuk melampiaskannya. Terdapat hasad, sombong, bangga diri, suka popularitas dan suka membuat kerusakan di muka bumi dengan kekuasaannya.

Dia akan diuji di antara dua penyeru kepada Allah dan Rosul-Nya serta negeri akhirat dan penyeru kepada kenikmatan dunia yang fana. Maka dia akan menjawab seruan itu mana yang paling dekat dengannya.

Selengkapnya »