Kewajiban Taat Kepada Pemerintah


Al Ustadz Muhammad Umar As Sewed
 
Kewajiban taat kepada pemerintah merupakan salah satu prinsip Islam yang agung. Namun di tengah carut-marutnya kehidupan politik di negeri-negeri muslim, prinsip ini menjadi bias dan sering dituding sebagai bagian dari gerakan pro status quo. Padahal, agama yang sempurna ini telah mengatur bagaimana seharusnya sikap seorang muslim terhadap pemerintahnya, baik yang adil maupun yang dzalim.

KKN, represivitas penguasa, kedekatan pemerintah dengan Barat (baca: kaum kafir), seringkali menjadi isu yang diangkat sekaligus dijadikan pembenaran untuk melawan pemerintah. Dari yang ‘sekedar’ demonstrasi, hingga yang berujud pemberontakan fisik.
 
Selengkapnya »



Tentang Blog FAKTA


Al Ustadz Abu Muhammad Abdul Mu’thi Al-Maidani
 
Pertanyaan:
 
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
 
Saya mau tanya tentang blog fakta -http://fakta.blogsome.com-

Saya sudah lama tahu tentang fitnah Surury, tepatnya sejak 2004-2005. Namun hingga awal 2007 saya masih ngaji dengan mereka dan blog saya berisi artikel dan kajian dari asatidz Surury. Hal ini disebabkan saya alergi melihat sepak terjang yang terkesan galak dan kurang adab dari sebagian ikhwan Salafy. Saya ndak suka dengan sikap seperti itu yang galak dan tidak menaruh rasa belas kasihan bahkan membuat bingung orang awam, seperti Saya. Hal itulah yang membuat saya terus menjauh dari Salafy bahkan memberi nasihat kepada temen2 untuk tdak ambil pusing melihat tingkah Salafy dan mengajak mereka untuk terus menuntut ilmu kepada Abdul hakim Abdat, Yazid Jawas, Zainal Abidin, dan lainnya dan semisalnya. Hal ini terus berlanjut.

Selengkapnya »



Metode Menafsirkan Al Qur’an


Asy Syaikh Muhammad Nashirudin Al Albani 
 
Pertanyaan:
 
Apa yang harus kita lakukan untuk dapat menafsirkan Al-Qur’an ?

Jawaban:
 
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menurunkan Al-Qur’an ke dalam hati Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam agar beliau mengeluarkan manusia dari kekufuran dan kejahilan yang penuh dengan kegelapan menuju cahaya Islam. Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an surat Ibrahim ayat 1, (artinya): "Alif, laam raa.(Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. "

Allah Ta’ala juga menjadikan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam sebagai orang yang berhak menjelaskan, menerangkan dan menafsirkan isi Al-Qur’an. Firman Allah Ta’ala di dalam surat An-Nahl ayat 44 (artinya): "keterangan-keterangan (mu’jizat) dan kitab-kitab.Dan Kami turunkan kepadamu al-Qur’an, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka supaya mereka memikirkan…"

Selengkapnya »



EMANSIPASI atau DEISLAMISASI?


Al Ustadz Abul Faruq Ayip Syafruddin 
 
Emansipasi sejatinya hanyalah salah satu jalan yang digunakan oleh musuh-musuh Islam untuk mempreteli bahkan mengubur syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Al-Qur`an dan hadits ditelikung, dipahami sepotong-sepotong, untuk kemudian ditafsirkan secara sembrono. Syariat bahkan dianggap sebagai ajaran lama yang perlu direkonstruksi atau dikontekstualisasikan. “Ahli” tafsir dan hadits yang menjadi rujukan, siapa lagi kalau bukan kalangan akademisi Barat.

Kata emansipasi bukan lagi menjadi kata yang asing di telinga masyarakat. Kata ini menjadi lekat seiring era keterbukaan di setiap lini kehidupan. Slogan emansipasi seakan menjadi taji bagi setiap wanita. Ketertindasan, keterkungkungan, keterbelakangan dan ketiadaan harkat menjadi belenggu kaum wanita. Kehidupan wanita seakan terpasung di tengah eksploitasi kaum Adam terhadapnya. Sebagian wanita pun menjadi gamang menatap rona kehidupan. Hilang keyakinan diri untuk menapaki laju zaman.

Selengkapnya »



Emansipasi Wanita: Propaganda Untuk Meruntuhkan Aqidah


Al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman bin Rawiyah
 
Propaganda-propaganda penghancuran kian menyeruak di tengah kehidupan kaum muslimin. Tidak pernah terbayang jika mereka tengah diintai oleh lawan yang kuat dan tangguh, tiba-tiba terdengar satu kaum atau daerah atau beberapa orang telah menanggalkan baju kemuliaannya dan berpindah agama. Sesungguhnya banyak cara dan jalan bagi Iblis untuk menjerat dan menyesatkan hamba-hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala serta menggiring mereka menuju neraka Sa’ir.

Selengkapnya »



Emansipasi Wanita: Propaganda Musuh-Musuh Islam


Al Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi 
 
HAKIKAT EMANSIPASI WANITA
 
Emansipasi wanita tentu bukan lagi ‘barang’ yang asing saat ini. Terlebih istilah itu sering diserukan dan didengungkan baik melalui media cetak, media elektronik, ataupun forum-forum seminar. Emansipasi itu sendiri merupakan gerakan untuk memperoleh pengakuan persamaan kedudukan, derajat serta hak dan kewajiban dalam hukum bagi wanita. (Lihat Kamus Ilmiah Populer)
 
Lantas siapakah pengusungnya dan apa targetnya? Pengusungnya adalah musuh-musuh Islam. Sementara targetnya adalah untuk menebarkan kebencian terhadap agama Islam dengan menampilkan potret yang bukan sebenarnya. Mereka kesankan bahwa Islam adalah agama yang memasung hak-hak kaum wanita, membelenggu kebebasannya serta mengubur segala potensinya. Target berikutnya adalah untuk menjerumuskan kaum wanita ke dalam jurang kenistaan, manakala terpengaruh dengan syubhat emansipasi tersebut dan melepaskan dirinya dari rambu-rambu dan bimbingan Islam yang suci.
 
Selengkapnya »



Islam itu Indah: Pandangan yang Benar tentang Jihad dan Amar Ma’ruf Nahi Munkar


Asy Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di 
 
Keindahan selanjutnya adalah ajaran jihad, perintah untuk melakukan semua yang ma’ruf, dan larangan dari semua yang mungkar dalam agama ini. Jihad yang dikandungnya sebenarnya dimaksudkan untuk menolak tindakan aniaya orang-orang zhalim terhadap hak-hak agama ini dan dakwahnya. Inilah jenis perjuangan yang paling afdhal di mana tidak dimaksudkan dengannya ambisi, tamak, atau keinginan-keinginan hawa nafsu lainnya.

Selengkapnya »



Apa Makna Wahabi ?


Asy Syaikh Muhammad Bin Jamil Zainu
 
Orang-orang biasa melabelkan kata “Wahhabi” kepada setiap orang yang menyelisihi tradisi, kepercayaan dan bid’ah mereka, meskipun kepercayaan-kepercayaan mereka itu rusak, bertentangan dengan Al-Quranul Karim dan hadits-hadits yang sahih. Termasuk yang mereka labeli dengan julukan ini adalah dakwah kepada tauhid dan enggan berdoa (memohon) melainkan hanya kepada Allah semata.

Selengkapnya »



Cinta dan Mengikuti Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam


Asy Syaikh Muhammad Bin Jamil Zainu

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman (yang artinya), "Katakanlah, jika kamu (benar-benar) mencintai Allah ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu! Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (Ali Imran:31)

Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda (yang artinya), "Seseorang belum beriman sehingga aku lebih dicintai daripada kedua orang tua, anaknya dan seluruh manusia" ( Riwayat Bukhari dan Muslim)

Selengkapnya »