Hari Raya Umat Islam


Syaikh Ali bin Hasan bin Ali bin Abdul Hamid Al Atsari
 
Definisi dan Makna Hari Raya Ied
 
Hari Raya ialah semua hari yang didalamnya terdapat sekumpulan orang. Adapun kata al ‘Id merupakan pecahan kata dari : ‘aada ya’uudu, yang memiliki arti : “seakan-akan mereka kembali kepadanya”. Dan ada yang mengatakan, bahwa pecahan katanya dari : al ‘aadah, yang artinya : “karena mereka membiasakannya.” Dan bentuk jamaknya : a’yaad.

Selengkapnya »



Pelajaran Berharga dari Iedul Qurban


Al Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al Atsari
 
Meski baru saja ‘Iedul Adha atau ‘Iedul Qurban meninggalkan kita, dan walau setahun kemudian kita akan bertemu dengannya lagi -insya Allah-, ‘Iedul Qurban telah menyimpan pelajaran yang sangat berharga bagi kita dan kaum muslimin di manapun berada yang takkan pernah hilang dan lepas dari diri kita sekalipun dimakan rentang waktu.
Selengkapnya »



Hukum-hukum Merayakan Idul Adha


Departemen Agama Arab Saudi

Akhi Muslim…….
Puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah yang telah mempertemukan kita kepada hari yang agung ini dan memanjangkan umur kita sehingga dapat menyaksikan hari dan bulan berlalu dan mempersembahkan kepada kita perbuatan dan ucapan yang dapat mendekatkan kita kepada Allah.

Hari Raya qurban, termasuk kekhususan umat ini dan termasuk tanda-tanda agama yang tampak, juga termasuk syi’ar-syi’ar Islam, maka hendaknya kita menjaganya dan menghormatinya.
Selengkapnya »



Tuntunan Dalam Ibadah Qurban


Al Ustadz Azhari bin Muhammad Asri
 
Iedul Qurban adalah salah satu hari raya di antara dua hari raya kaum muslimin, dan merupakan rahmat Allah Subhanahu wa taala bagi ummat Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.

Hal ini diterangkan dalam hadits Anas radiyallahu anhu, beliau berkata: Nabi shallallhu alaihi wa sallam datang, sedangkan penduduk Madinah di masa jahiliyyah memiliki dua hari raya yang mereka bersuka ria padanya (tahun baru dan hari pemuda (aunul mabud), maka (beliau) bersabda: "Aku datang kepada kalian, sedangkan kalian memiliki dua hari raya yang kalian bersuka ria padanya di masa jahiliyyah, kemudian Allah menggantikan untuk kalian dua hari raya yang lebih baik dari keduanya; hari Iedul Qurban dan hari Iedul Fitri." (HR. Ahmad, Abu Daud, An-Nasai dan Al-Baghawi, shahih, lihat Ahkamul Iedain hal. 8 ).
Selengkapnya »



Qurban Untuk Orang yang Sudah Meninggal Dunia


Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin 
 
Berqurban disyariatkan untuk yang hidup sebab tidak terdapat dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak pula dari para sahabat yang aku ketahui, mereka berqurban untuk orang-orang yang sudah meninggal secara khusus / tersendiri.
Selengkapnya »



Keutamaan Puasa Sepuluh Hari Pertama di Bulan Dzulhijjah


Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Pertanyaan:

Samahatus Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz Rahimahullah ditanya, "Apa pendapat anda tentang pandangan orang yang mengatakan berpuasa di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah bid’ah?"

Selengkapnya »



Amalan di Sepuluh Hari (Pertama) Bulan Dzulhijjah


Departemen Agama Arab Saudi
 
Pekerjaan yang dianjurkan pada hari-hari tersebut :
 
a. Shalat
Disunnahkan bersegera mengerjakan shalat fardhu dan memperbanyak shalat sunnah, karena semua itu merupakan ibadah yang paling utama. Dari Tsauban radiallahuanhu dia berkata: Saya mendengar Rasulullah bersabda (yang artinya): "Hendaklah kalian memper-banyak sujud kepada Allah, karena setiap kali kamu bersujud, maka Allah mengangkat derajat kamu, dan menghapus kesalahan kamu". Hal tersebut berlaku umum di setiap waktu.

Selengkapnya »



Keutamaan Sepuluh Hari (Pertama) Bulan Dzulhijjah


Departemen Agama Arab Saudi

Sesungguhnya merupakan karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala, dijadikan-Nya bagi hamba-hamba-Nya yang shalih musim-musim untuk memperbanyak amal shaleh. Diantara musim-musim tersebut adalah sepuluh hari (pertama) bulan Dzul Hijjah yang keutamaannya dinyatakan oleh dalil-dalil dalam kitab dan Sunnah.
 
Selengkapnya »



Dzulhijjah : Tamu Kita Setelah Ramadhan


Bintu Hasyim
 
Ramadhan, beberapa saat yang lalu telah meninggalkan kita. Dengan berpisahnya kita dengan bulan Ramadhan, kita berharap semoga amal-amal kita pada bulan-bulan lain diterima di sisi Allah Ta’ala, sebagaimana yang sangat kita harapkan di bulan mulia tersebut.

Terntunya kita tidak ingin kehilangan begitu saja sesuatu yang nilainya sangat utama dan mulia di sisi Allah Ta’ala bukan ? Ketahuilah, kita tidak boleh berkecil hati dengan berlalunya bulan mulia tersebut. Sebagai hamba Allah Ta’ala yang taat, kita tidak henti-hentinya berupaya untuk tetap beriman akan ketentuan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kita harus selalu berharap akan kebaikan-kebaikan Allah Ta’ala yang dilimpahkan atas kita.

Ternyata Allah Ta’ala melalui utusanNya Shalallahu ‘alaihi wassalam, telah menjanjikan bulan lain yang tidak kalah utamanya dibanding dengan keutamaan bulan Ramadhan. Mengapa demikian ?

Selengkapnya »