Fatwa Ulama Tentang Kafirnya Ajaran Ahmadiyah


Al Ustadz Jafar Shalih

Berikut ini adalah fatwa-fatwa ulama besar Islam yang tergabung dalam Lajnah Da’imah lil Buhuts Al Ilmiyah wal Ifta’ (komisi tetap dewan fatwa dan penelitian ilmiyah) Kerajaan Saudi Arabia. Semoga upaya yang sedikit ini menjadi sumbangan berarti dalam menghadapi arus kekafiran yang sedang melanda ummat di tanah air kita dan dicatat sebagai amalan shalih bagi penyusun dan setiap orang yang turut andil dalam menyebarkan dan menyampaikannya kepada khalayak ummat Islam pada umumnya. Sesungguhnya Allah lah Maha Penolong dalam hal ini dan Maha Kuasa atasnya.

Selengkapnya »



Pujian Indah Para Ulama Atas Syaikh Rabi’


Asy Syaikh Khalid bin Dlahwi Adz-Dzufairi
 
Para ulama abad ini telah memberikan pujian terhadap beliau dan telah mempersaksikan kebenaran serta kejujuran beliau dengan persaksian yang sebenarnya. Mereka memberitakan tentang keutamaan keilmuan dan kekokohan beliau di atas Sunnah dan manhaj salafus salih.

Selengkapnya »



Hukum Memberi Ucapan Selamat Tahun Baru Hijriyah


Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin

Tanya :

"Bagaimana hukum yang berkenaan dengan ‘ucapan selamat’ saat memasuki tahun baru hijriyah, dan bagaimana tanggapan (kita) atas mereka yang menyambut (tahun baru Hijriyah) tersebut?

Selengkapnya »



Sikap Muslim Terhadap Perayaan Hari Ibu


Syaikh Muhammad Bin Shalih Al Utsaimin

Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin Rahimahullah ditanya tentang hukum perayaan Hari Ibu. Beliau Menjawab:

Sesungguhnya setiap perayaan yang menyelisihi perayaan-perayaan yang disyari’atkan adalah perayaan bid’ah yang tidak dikenal pada masa Salafush Shalih dan terkadang berasal dari kalangan non Islam, sehingga disamping bid’ah terdapat penyerupaan dengan gaya hidup musuh-musuh Allah Subhanahu Wata’ala. Perayaan-perayaan yang disyari’atkan dan dikenal dalam Islam adalah Idul Fithri, Idul Adha, Idul Usbu’ (hari Jum’at) dan tidak dikenal dalam Islam selain ketiga perayaan tersebut.

Selengkapnya »



Menyikapi Hari Raya Non Muslim (Natal - Tahun Baru - Imlek dan Selainnya)


Syaikh Muhammad ibn Sholih Utsaimin

Pertanyaan:
 
Apa hukumnya mengucapkan selamat kepada orang kafir pada perayaan hari besar keagamaan mereka ? (Misal : Merry Christmas, Selamat hari Natal dan Tahun Baru dst, red) Dan bagaimana kita menyikapi mereka jika mereka mengucapkan selamat Natal kepada kita. Dan apakah dibolehkan pergi ke tempat-tempat dimana mereka merayakannya. Dan apakah seorang Muslim berdosa jika ia melakukan perbuatan tersebut tanpa maksud apapun? Akan tetapi ia melakukannya hanya karena menampakkan sikap tenggang rasa, atau karena malu atau karena terjepit dalam situasi yang canggung, ataupun karena alasan lainnya. Dan apakah dibolehkan menyerupai mereka dalam hal ini?

Selengkapnya »



Qurban Untuk Orang yang Sudah Meninggal Dunia


Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin 
 
Berqurban disyariatkan untuk yang hidup sebab tidak terdapat dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak pula dari para sahabat yang aku ketahui, mereka berqurban untuk orang-orang yang sudah meninggal secara khusus / tersendiri.
Selengkapnya »



Keutamaan Puasa Sepuluh Hari Pertama di Bulan Dzulhijjah


Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Pertanyaan:

Samahatus Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz Rahimahullah ditanya, "Apa pendapat anda tentang pandangan orang yang mengatakan berpuasa di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah bid’ah?"

Selengkapnya »



Menolak Pinangan Tanpa Alasan


Syaikh Shalih Bin Fauzan Al Fauzan

Pertanyaan:

Bagaimana hukum seorang wanita menolak pinangan (khithbah) dari seorang laki-laki tanpa alasan?

628152404xxxx@satelindogsm.com 

Selengkapnya »



Hukum Mencium Mushaf (Al Qur’an)


Asy Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani
 
Beliau berkata: Perkara ini -menurut keyakinan kami- adalah masuk ke dalam keumuman hadits "Jauhilah oleh kalian perkara-perkara baru karena setiap perkara baru adalah bid’ah dan setiap kebid’ahan adalah sesat", dalam hadits lain "Setiap kesesatan dalam Neraka".
 
Banyak kalangan punya pendirian tertentu dalam menyikapi hal ini, mereka mengatakan, "Ada apa dengan mencium mushaf? Bukankah ini hanya untuk menampakkan sikap membesarkan dan mengagungkan Al Qur’an?"
 
Selengkapnya »