Menyikapi Hari Raya Non Muslim (Natal - Tahun Baru - Imlek dan Selainnya)


Syaikh Muhammad ibn Sholih Utsaimin

Pertanyaan:
 
Apa hukumnya mengucapkan selamat kepada orang kafir pada perayaan hari besar keagamaan mereka ? (Misal : Merry Christmas, Selamat hari Natal dan Tahun Baru dst, red) Dan bagaimana kita menyikapi mereka jika mereka mengucapkan selamat Natal kepada kita. Dan apakah dibolehkan pergi ke tempat-tempat dimana mereka merayakannya. Dan apakah seorang Muslim berdosa jika ia melakukan perbuatan tersebut tanpa maksud apapun? Akan tetapi ia melakukannya hanya karena menampakkan sikap tenggang rasa, atau karena malu atau karena terjepit dalam situasi yang canggung, ataupun karena alasan lainnya. Dan apakah dibolehkan menyerupai mereka dalam hal ini?

Selengkapnya »



Pelajaran Berharga dari Iedul Qurban


Al Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al Atsari
 
Meski baru saja ‘Iedul Adha atau ‘Iedul Qurban meninggalkan kita, dan walau setahun kemudian kita akan bertemu dengannya lagi -insya Allah-, ‘Iedul Qurban telah menyimpan pelajaran yang sangat berharga bagi kita dan kaum muslimin di manapun berada yang takkan pernah hilang dan lepas dari diri kita sekalipun dimakan rentang waktu.
Selengkapnya »



Membongkar Kesesatan SYIAH


Al-Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi Al-Atsari, Lc 

Serupa tapi tak sama. Barangkali ungkapan ini tepat untuk menggambarkan Islam dan kelompok Syi’ah. Secara fisik, memang sulit dibedakan antara penganut Islam dengan Syi’ah. Namun jika ditelusuri -terutama dari sisi aqidah- perbedaan di antara keduanya ibarat minyak dan air. Sehingga, tidak mungkin disatukan.

Selengkapnya »



Mencintai Para Sahabat dan Ahlul Bait Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam


Al Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al Atsari 
 
Tidak diragukan lagi bahwa para sahabat adalah orang-orang terbaik setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan generasi mereka adalah generasi terbaik sepanjang sejarah kehidupan manusia, hal ini selaras dengan ucapannya beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, "Sebaik-baik manusia adalah pada masaku" (yakni para sahabat, pent). Adalah merupakan aqidah ahlissunnah wal jama’ah mencintai para sahabat dan ahlul bait Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tanpa harus bersikap ekstrem dalam mencintainya, tetapi tidak juga bersikap merendahkan atau bahkan mencemoohkannya.
 
Selengkapnya »



Tawasul Antara Sunnah, Bid’ah, dan Syirik


Redaksi Al Wala’ Wal Bara’ 
 
Do’a adalah seutama-utamanya pendekatan diri yang menghubungkan seorang hamba dengan penciptanya. Telah shahih hadits dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda (yang artinya), "Doa adalah ibadah" (HR. Abu Dawud, disahihkan oleh Al Albany dalam Shahih Sunnan Abu Dawud) hal ini disebabkan karena pada diri orang yang berdoa terkumpul sifat kehinaan, ketundukan dan kebergantungan kepada Dzat yang di Tangan-Nya lah perbendaharaan segala sesuatu.
 
Selengkapnya »



Kenikmatan Melihat Allah


Al Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al Atsary
 
Satu kenikmatan dan kebahagiaan yang akan dirasakan kaum mu’minin tatkala menghadap Rabbnya di hari akhirat dalam keadaan beriman, sebaliknya sungguh malapetaka, kebingungan yang luar biasa serta penyesalan yang sangat mendalam dirasakan orang-orang kafir di hari itu. Allah menggambarkan keadaan mereka dalam firmanNya (yang artinya), "Dan wajah-wajah (orang kafir) pada hari itu muram, mereka yakin bahwa akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang amat dahsyat." (QS Al Qiyamah: 24-25).
 
Selengkapnya »



Mungkinkah Memandang Wajah Allah Ta’ala ?


Al Ustadz Muhammad Umar As Sewed
 
Bertemu dengan Allah Subhanahu Wata’ala dan memandang wajah-Nya kelak pada hari kiamat adalah merupakan sebuah kenikmatan yang tak terhingga besarnya. Oleh karena itu setiap orang yang beriman pasti akan sangat merindukan pertemuan dengan Allah dan memandang wajah-Nya. Untuk mencapai hal itulah mereka harus berusaha menjalani syarat-syarat yang telah Allah tetapkan dalam al-Qur’an yaitu mengerjakan amalan-amalan shalih dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun.

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman (yang artinya): Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabb-nya, maka hendaklah ia mengerjakan amal shalih dan janganlah ia mempersekutukan-Nya dalam beribadah kepada Rabb-nya. (al-Kahfi: 110)

Selengkapnya »



Kembali Pada Fitrah


Al Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al Atsary

 
Pada dasarnya secara fitrah, manusia dengan sendirinya akan menetapkan sang penciptanya dengan uluhiyahnya, mencintainya, dan mengikhlaskan agama untuknya serta senantiasa berada dalam agama tauhid. Bagaimana tidak dikatakan demikian sementara Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Setiap yang dilahirkan terlahir dalam keadaan fitrah…" (HR Bukhori, Muslim dari Abu Hurairoh).
 
Selengkapnya »



Sifat Kedua Tangan Allah Ta’ala


Al Ustadz Muhammad Umar As Sewed

Keimanan terhadap penetapan adanya Tangan bagi Allah merupakan keyakinan Ahlus Sunnah wal jama’ah , sebagaimana telah kami jelaskan pada edisi lalu (baca: Ahlus Sunnah Beriman Bahwa Allah Mempunyai Tangan -red). Keyakinan ini makin jelas dan tegas karena Al-Qur’an dan as-Sunnah telah menyebutkan adanya sifat Tangan bagi Allah secara terperinci dan disebutkan dengan kanan.

Selengkapnya »