Hadirilah Bedah Buku “The Kufr of Magic and The Evil of Harry Potter” 20 Mei 2008 di Bekasi


Bismillahirahmanirahim

Istilah Black Magic, White Magic dan Red Magic Sebenarnya bukan istilah baru yang dimunculkan untuk mengklasifikasikan jenis-jenis sihir di dunia sihir. Bukan pula sesuatu yang kemudian dipahami darinya ada sihir yang baik, bersih, jelek, dan merusak dan Islami atau yang kafir….  

Selengkapnya »



Aisyah Bintu Abu Bakr Belahan Jiwa Rasulullah


Al Ustadzah Ummu ‘Abdirrahman Anisah bintu ‘Imran 

 
Dialah ‘Aisyah bintu Abi Bakr ‘Abdillah bin Abi Quhafah ‘Utsman bin ‘Amir bin ‘Amr bin Ka’b bin Sa’d bin Taim bin Murrah bin Ka’b bin Lu’ay al-Qurasyiyyah at-Taimiyyah al-Makkiyyah Radhiyallahu ‘Anha. Dia seorang wanita yang cantik dan berkulit putih sehingga mendapat sebutan al-Humaira’. Ibunya bernama Ummu Ruman bintu ‘Amir bin ‘Uwaimir bin ‘Abdi Syams bin ‘Attab bin Udzainah al-Kinaniyyah. Dia lahir ketika cahaya Islam telah memancar, sekitar delapan tahun sebelum hijrah. Dihabiskan masa kanak-kanaknya dalam asuhan sang ayah, kekasih Rasulullah Sholallahu ‘Aliaihi Wasallam, seorang sahabat yang mulia, Abu Bakr ash-Shiddiq Radhiyallahu ‘Anhu.

Selengkapnya »



Abu Bakar Ash Shidiq Khalifah Rasulullah


Al Ustadz Ahmad Hamdani Ibnu Muslim
 
Siapa yang tak mengenal Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu ‘Anhu, seorang khalifah besar pengganti Rasulullah, manusia paling mulia dari umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Bukan hanya kaum muslimin yang mengenalnya, bahkan orang-orang kafir pun mengenalnya. Panglima besar yang berhasil menundukkan kekuatan dan kecongkakan negara super power Romawi. Dialah Abdullah bin ‘Utsman bin ‘Amir bin Ka’ab bin Sa’d bin Taim bin Murrah bin Ka’ab bin Luai yang lebih dikenal dengan sebutan Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu ‘Anhu.

Selengkapnya »



Tafsir Ath Thabari: Jami’ul Bayan Fi Tafsiril Qur’an


Al Ustadz Ahmad Hamdani Ibnu Muslim 

Namanya menunjukkan kualitas kitabnya. Arti judul kitab ini (Jami’ul Bayan Fi Tafsiril Qur’an -red) adalah "Keterangan Lengkap Tentang Tafsir Al Qur’an" atau yang di kalangan ulama dan pencari ilmu, populer dengan sebutan Tafsir Ath Thabari. Demikianlah kira-kira yang nampaknya laik, yang tentunya komentar ulama lebih afdhal diberikan kepada sebuah tafsir legendaris karya seorang bapak tafsir dan tarikh Islam, Al Imam Abu Ja’far Muhammad bin Jarir bin Yazid bin Katsir bin Ghalib Ath Thabari yang hidup tahun 224-310 H.

Selengkapnya »



Tafsir Ibnu Katsir: Salah Satu Kitab Tafsir Al Qur’an Terbaik


Al Ustadz Ahmad Hamdani Ibnu Muslim
 
Sesungguhnya memahami Kalamullah adalah cita-cita yang paling mulia dan taqarrub (pendekatan diri kepada Allah) yang paling agung. Amalan ini telah dilakukan shahabat, tabi’in dan murid-murid mereka yang menerima dan mendengar langsung dari guru-guru mereka. Kemudian dilanjutkan oleh generasi berikutnya yang mengikuti jejak mereka hingga hari kiamat.

Tidak diragukan, orang pertama yang menerangkan, mengajarkan, dan menafsirkan Al Qur’an adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Para shahabat telah menerima Al Qur’an dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam secara bacaan dan pemahaman. Mereka mengetahui makna-makna, maksud-maksud dan rahasia-rahasianya karena kedekatan mereka dengan Rasulullah, khususnya Al-Khulafa’ Ar-Rasyidin, Abdullah bin Mas’ud, Ibnu Abbas, Ubai bin Ka’ab, Zaid bin Tsabit, Abu Musa Al-Asy’ari dan Abdullah bin Az-Zubair radhiallahu ‘anhum.

Selengkapnya »



Metode Menafsirkan Al Qur’an


Asy Syaikh Muhammad Nashirudin Al Albani 
 
Pertanyaan:
 
Apa yang harus kita lakukan untuk dapat menafsirkan Al-Qur’an ?

Jawaban:
 
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menurunkan Al-Qur’an ke dalam hati Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam agar beliau mengeluarkan manusia dari kekufuran dan kejahilan yang penuh dengan kegelapan menuju cahaya Islam. Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an surat Ibrahim ayat 1, (artinya): "Alif, laam raa.(Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. "

Allah Ta’ala juga menjadikan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam sebagai orang yang berhak menjelaskan, menerangkan dan menafsirkan isi Al-Qur’an. Firman Allah Ta’ala di dalam surat An-Nahl ayat 44 (artinya): "keterangan-keterangan (mu’jizat) dan kitab-kitab.Dan Kami turunkan kepadamu al-Qur’an, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka supaya mereka memikirkan…"

Selengkapnya »