Shodaqollahul ‘Adzim Setelah Membaca Al Qur’an


Al Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al Atsari 
 
Dasar agama Islam ialah hanya beramal dengan Kitabullah dan Sunnah rasulNya. Keduanya adalah sebagai marja’ -rujukan- setiap perselisihan yang ada di tengah-tengah kaum muslimin. Siapa yang tidak mengembalikan kepada keduanya maka dia bukan seorang mukmin. Allah berfirman (yang artinya), "Maka demi Rabmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya." (QS An Nisa : 65).
Selengkapnya »



Titik Akhir Ahli Bid’ah


Dari Abu Qilabah Rahimahullah, beliau berkata:
"Tidak ada seorang yang mengadakan kebid’ahan melainkan suatu saat dia akan menganggap halal menghunus pedang (menumpahkan darah kaum muslimin, atau memberontak pada pemerintah)" 
(Al I’tisham 1/112, Ad Darimi 1/58 no 99)

Selengkapnya »



Nasehat Untuk Salafiyyin


Al Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al-Atsari 
 
Bismillahirrohmanirrahiim
 
Assalamu’alaikum warrohmatullahi wabarokatuh
Kepada Ikhwah Salafiyyin Al mukhtaramiin

Alhamdulillah washolatu wa salamu ‘ala rosulillah wa’ala alihi wa sohbihi wa man waa lah, Amma ba’du

Perkara yang tidak diragukan lagi bahwa berjihad dengan hujjah dan burhan dalam berdakwah, mengikhlaskan ibadah hanya untuk Alloh, membantah kesyirikan dan kesesatan dengan segala bentuknya, menghancurkan syubhat-syubhat dan melenyapkan fitnah syahwat, adalah amalan yang paling utama. Dengan demikian, maka bangkitlah para ahlul haq di setiap zaman dan tempat mengangkat bendera kebenaran sebagai pembela Agama Alloh, KitabNya, dan RasulNya, menjadi penasehat umat, merealisasikan firman Allah “Kamu adalah ummat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Alloh” (Q.S. Ali Imran:110).
 
Selengkapnya »



KHAWARIJ : Kelompok Sesat Pertama dalam Islam


Al-Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi Al-Atsari, Lc
 
Laa hukma illa lillah (tiada hukum kecuali untuk Allah Subhanahu Wata’ala). Kata-kata ini haq adanya, karena merupakan kandungan ayat yang mulia. Namun jika kemudian ditafsirkan menyimpang dari pemahaman salafush shalih, kebatilanlah yang kemudian muncul. Bertamengkan kata-kata inilah, Khawarij, kelompok sempalan pertama dalam Islam, dengan mudahnya mengkafirkan bahkan menumpahkan darah kaum muslimin.

Selengkapnya »



Dauroh Solo: Meluruskan Salah Paham Tentang SALAFY !


Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

Insya Allah akan dilaksanakan Dauroh
tanggal 9 -11 November di Masjid Ibnu Taimiyah

Dengan Tema:
MELURUSKAN SALAH PAHAM TENTANG SALAFY
Selengkapnya »



Al Imam Malik Bin Anas


Abu Afiifah

Dahulu kala tepatnya tahun 93 H di kota Madinah lahir seorang anak yang di kemudian hari dikenal dengan sebutan Imam Malik.

Kunyah beliau Abu Abdillah, dan nama lengkap beliau Malik bin Anas bin Malik bin Abu ‘Amir bin ‘Amr bin Al Harits bin Ghaiman bin Khutsail bin ‘Amr bin Al Harits Al Himyari Al Ashbahi Al Madani. Beliau diberi gelar Syaikhul Islam, Hujjatul Ummah, Mufti Al Haramain (Mufti dua tanah suci) dan Imam Daarul Hijrah.

Selengkapnya »



Hikmah Dalam Dakwah !


Syaikh Abdul Aziz Bin Abdullah Bin Baz

Soal: 

Wahai Syaikh, sebagian besar perselisihan yang terjadi di kalangan orang-orang yang terjun di medan dakwah ilallah menyebabkan kelemahan dan hilangnya wibawa kaum muslimin. Kebanyaan perselisihan itu terjadi karena kebodohan mereka terhadap adab dalam  perselisihan. Bagaimanakah pengarahan Syaikh terhadap masalah ini?

Selengkapnya »



Salahkah Sikap Keras Dalam Dakwah?


Al Ustadz Abdul Mu’thi Al Maidany
 
Islam memiliki cara dan metode dalam berdakwah sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi. Tentunya hal itu tidak lepas dari bimbingan syari’at. Terkadang dakwah harus disampaikan dengan sikap lemah lembut dan terkadang dengan sikap keras, tegas, dan lugas. Namun sikap yang kedua ini sering dianggap sebagai sikap yang salah dan tidak mengandung hikmah. Bahkan terkadang dianggap dapat menimbulkan akibat yang fatal bagi dakwah itu sendiri. Sehingga muncul protes dari berbagai pihak ketika salah seorang da’i bersikap keras, tegas dan lugas dalam dakwahnya.
Selengkapnya »