Al Qiyadah Al Islamiyah dan Modus Penyebarannya


Redaksi Majalah Asy Syariah

Al-Masih Versi Al-Qiyadah Al-Islamiyah

Adalah salah satu kelompok yang memanfaatkan keyakinan akan munculnya Al-Masih. Pencetus aliran ini mengaku bahwa dirinya telah mendapat wahyu di gunung Bunder, Bogor, dan menjadi Al-Masih, atau yang diistilahkan Mesias yang dijanjikan sebagai penyelamat. Dia sebut dirinya sebagai Al-Masih Al-Maw’ud, artinya Al-Masih yang dijanjikan.

Disayangkan, kawanan Al-Masih palsu ini telah berhasil merekrut demikian banyak pengikut dari kalangan mahasiswa dan pelajar di berbagai penjuru tanah air. Cara yang mereka lakukan adalah dengan mengelabui pelajar muslim untuk mempelajari Al-Qur’an, namun mereka tafsirkan sesuai dengan misi mereka. Lantas mereka kait-kaitkan dengan ajaran Yesus dan ujung-ujungnya mencampur-adukkan antara ajaran Islam dan Kristen. Nampak dari luar Islam tapi dalamnya Kristen.

Mereka sendiri tidak melaksanakan Syariat Islam, termasuk yang terpentingnya yaitu shalat lima waktu. Mereka menganggap orang yang shalat sebagai orang musyrik dan bercita-cita memerangi orang-orang yang shalat. Syahadatnya pun sudah berbeda, bukan lagi "Asyhadu anna Muhammadarrasulullah" tapi "Asyhadu anna Al Masih Al Maw’ud Rasulullah". Ini adalah kekafiran yang nyata!!! Namun tetap saja mereka mengelak ketika ditanya tentang syahadat mereka.

Dan pelbagai keyakinan Al-Qiyadah Al-Islamiyah yang sangat menyimpang dari prinsip ajaran Islam yang murni masih banyak. Apakah demikian Al-Masih yang dijanjikan?! Kalau dia tetap sebut dirinya Al-Masih maka dia "Al Masih Ad Dajjal cilik", artinya Al-Masih Pendusta kecil. Maka waspadalah wahai kaum muslimin, gerak mereka masih senyap, belum terang-terangan. Lebih jauh tentang Al-Qiyadah Al Islamiyah ini dapat dikaji di bagian lain majalah kita ini.[!]

 
Sumber : Majalah Asy Syari’ah
Vol III/No 35/1428 H/2007 M
Halaman 30

 

Modus Penyebaran Ajaran Al-Qiyadah Al-Islamiyah

  1. Para da’inya biasanya membawa Al-Qur’an kemana-mana. Meraka memulai diskusi dengan membahas bencana yang terjadi. Juga membuka ayat-ayat Al-Qur’an tentang adzab dan musibah.
  2. Mereka mendatangi target ke rumah, tempat kost, kampus maupun kontrakan. Kemudian mereka mengajak berdiskusi tentang masalah agama dan Al-Qur’an. Jika target tertarik, maka akan diajak ikut pengajian mereka.
  3. Biasanya mereka menyatakan diri bahwa mereka bukan organisasi, bukan aliran, bukan firqah, dan bukan pula teroris. Mereka hanya Islam.
  4. Jika dengan cara mengajak diskusi agama tidak berhasil, mereka akan mengajak diskusi masalah ilmu dunia, seperti pelajaran sekolah, kuliah, atau seputar teknologi.
Wallahu a’lam
 

Sumber : Majalah Asy Syari’ah
Vol III/No 35/1428 H/2007 M
Halaman 63 

 

Keterangan tambahan dari Ghuroba:

[!] Majalah Asy Syariah Edisi Terbaru "Turunnya Nabi Isa" Vol III/No 35/1428 H/2007 M. Untuk Review Majalah Asy Syariah edisi ini bisa dilihat di Blog Wira Mandiri

 
Risalah Terkait:
Ajaran Sesat Rasul Palsu Al-Qiyadah Al-Islamiyah