Rambu-Rambu Dakwah


Syaikh Shalih Bin Fauzan Al Fauzan

Berdakwah kepada Allah merupakan jalan hidup dan peran mulia setiap Rasul Alaihimus Salam dan segenap pengikutnya, untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya, dari kekufuran kepada keimanan, dari kesyirikan kepada tauhid dari neraka kepada surga.

Selengkapnya »



Sikap Muslim Terhadap Hadits


Al Ustadz Muhammad Umar As-Sewed

Ahlul Bid’ah Alergi Terhadap Hadits

Sebagian kaum muslimin, khususnya kaum mu’tazilah dan pada rasionalis atau orang-orang yang terpengaruh dengan mereka, menolak berita-berita hadits yang (menurut anggapan mereka) tidak masuk akal. Mereka menganggap hadist-hadist tersebut hanya akan membuat orang lari dari Islam.
Selengkapnya »



Imam Al Ajurri


Al Ustadz Muhammad Ali Ishmah Al Medani
 
Nama lengkap beliau adalah Muhammad bin Al Husein bin Abdillah Al Baghdadi Al Ajurri. Kunyah beliau Abu Bakr. Beliau berasal dari sebuah desa di bagian barat kota Baghdad yang bernama Darbal Ajur. Beliau lahir dan tumbuh di sana.
Selengkapnya »



Ukhti, Jauhilah Tabarruj!!!


Syaikh Muhammad Nashirudin Al-Albany 
 
Tabarruj yakni bila “seorang wanita menampakkan perhiasannya dan kecantikannya serta terlihat bagian-bagian yang seharusnya wajib ditutupi, dimana bagian-bagian itu akan memancing syahwat pria.” [ Fathul Bayan 7 / 274 ]
Selengkapnya »



Istilah Hadits


Berikut ini beberapa istilah hadits yang sering dipakai:

1.Mutawatir
Hadits yang diriwayatkan dari banyak jalan (sanad) yang lazimnya dengan jumlah dan jalannya itu, para rawinya mustahil bersepakat untuk berdusta atau secara kebetulan bersama-ama berdusta. Dan perkara yang mereka bawa adalah perkara inderawi yakni perkara yang dapat dilihat atau didengar. Hadits mutawatir memberi faidah ilmu yang harus diyakini tanpa perlu membahas benar atau salahnya terlebih dahulu.

Selengkapnya »



Imam Ath Thurtusi


Abu Fairuz

Peran ulama tak semata mengajari muridnya untuk memahami agama. Sebagai pelanjut risalah para nabi, ulama memiliki tanggung jawab nan luhur dalam membimbing umat menuju kehidupan yang lebih baik. Dengan kapasitas ilmu yang dimiliki serta komitmen untuk menegakkan kebenaran, ulama berada pada garda terdepan. Walau yang dihadapi seorang penguasa, lantaran komitmennya yang tinggi dalam menegakkan kebenaran, seorang ulama mesti tampil menasehatinya. Itulah yang telah dilakukan oleh Imam Ath Thurtusi. Ketika Al Afdhal bin Amir Juyusy, seorang penguasa yang hidup di Mesir yang lekat dengan seorang Nashrani kemudian Imam Ath Thurtusi tandang ke hadapannya. Dibentangkannya kain yang dibawanya di bawah sang penguasa. Lantas ia pun menasehati Al Afdhal bin Amir Juyusy hingga penguasa itu meneteskan air mata. Nasehatnya yang menghujam ke relung kalbu mampu mengubah cara pandang sang penguasa. Al Afdhal bin Amir Juyusy pun akhirnya menjatuhkan putusan untuk mengusir karib Nashraninya itu.
Selengkapnya »



Al Imam Fudhail Bin Iyadh


Al Ustadz Zainul Arifin

Beliau dilahirkan di Samarqand dan dibesarkan di Abi Warda, suatu tempat di daerah Khurasan. Tidak ada riwayat yang jelas tentang kapan beliau dilahirkan, hanya saja beliau pernah menyatakan usianya waktu itu telah mencapai 80 tahun, dan tidak ada gambaran yang pasti tentang permulaan kehidupan beliau. Sebagian riwayat ada yang menyebutkan bahwa dulunya beliau adalah seorang penyamun, kemudian Allah memberikan petunjuk kepada beliau dengan sebab mendengar sebuah ayat dari Kitabullah.
Selengkapnya »



Pakaian Ketat Bagi Wanita


Syaikh Muhammad Bin Shalih Al Utsaimin

Beliau berkata, terdapat dalam shahih muslim dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda (yang artinya): “Ada dua golongan dari ahli neraka yang aku belum pernah melihatnya: pertama, suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor-ekor sapi yang dipakai untuk memukul manusia; kedua, wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang lenggak lenggok di kepalanya ada sanggul seperti punduk unta. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mendapatkan baunya dan sesungguhnya bau surga itu akan didapatkan dari jarak ini dan itu.”
Selengkapnya »



Kebahagiaan Seorang Hamba


Sesungguhnya pondasi kebahagiaan manusia itu ada tiga.
Dan masing-masing memiliki lawannya.
Barangsiapa kehilangan salah satu dari tiga pondasi tersebut,
dia akan mendapatkan lawannya:

TAUHID dan lawannya adalah SYIRIK
SUNNAH dan lawannya adalah BID’AH
KETAATAN dan lawannya adalah KEMA’SIATAN

Dan ketiga pondasi ini memiliki lawan yang sama,
yaitu jauhnya hati dari rasa harap kepada Allah Ta’ala dan terhadap janjiNya,
dan (jauhnya) hati dari rasa takut kepada Allah Ta’ala dan ancaman-ancamanNya.

Dinukil dari Al Fawaaid halaman 200, Ibnul Qoyyim Rahimahullah
Sumber: Majalah As Salam no IV tahun 2006