Bid’ah


Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al Wushoby

Definisi Bid’ah

Bid’ah yaitu setiap keyakinan, amalan atau lafadz yang diada-adakan setelah wafatnya Nabi Muhammad Sholallahu ‘Alaihi Wa Sallam dengan niat untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah, padahal tidak ada dalil yang menunjukkan baik dari Kitab, Sunnah maupun dari pendahulu yang sholeh.

Selengkapnya »



Rambu-Rambu Ibadah


Al Ustadz Qomar Suaidi

Kata ibadah tentu sangat akrab bagi kaum muslimin. Ibadah merupakan aktivitas yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan seorang muslim. Bahkan tujuan diciptakannya manusia dan jin oleh Allah Subhanahu Wata’ala tiada lain hanya untuk beribadah kepadaNya.

Di tengah rutinitas menjalankan aktivitas ibadah, bisa jadi tidak semua muslim paham makna ibadah itu sendiri. Padahal, ketidakpahaman makna ibadah bisa mengakibatkan tertolaknya ibadah yang dilakukan. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam kitabnya Al Ubudiyyah menerangkan, ibadah adalah nama yang mencakup segala sesuatu yang dicintai dan diridhai Allah Subhanahu Wata’ala. Bisa terdiri dari ucapan maupun perbuatan, baik nampak maupun tidak.
Selengkapnya »



Bertanya adalah Kunci Ilmu


Dr. Anas Ahmad Karzun

Kebanyakan yang menjadikan penuntut ilmu berpaling (sehingga terhalang dari ilmu) adalah permasalahan-permasalahan yang membuat dia musykilah (samar) atau kebingungan, maka ketika itu wajib baginya untuk menanyakannya kepada ulama dengan meminta bimbingan, beradab terhadap mereka, dan tawadhu’ di depan mereka. Allah ta’ala berfirman (yang artinya),

"Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kalian tidak mengetahui."[1]

Selengkapnya »



Penyimpangan dalam Kehidupan Manusia


Syaikh Sholih ibnu Fauzan al Fauzan

Allah telah menciptakan makhluq untuk menyembahNya dan Dia telah mempersiapkan rizqi bagi makhluqNya yang dapat membantu dalam beribadah kepadaNya.

Allah ta’ala berfirman (yang artinya):

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. Aku tidak menghendaki rezki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi Aku makan. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh." (QS Adz Dzaariyaat: 56-58).

Jiwa itu sesuai dengan fitrahnya, apabila dibiarkan dia akan tetap dalam keadaan mengakui ke-ilah-an Allah, mencintai Allah, menyembahNya dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatu apapun. Tetapi setan dari kalangan jin dan manusia merusak dan menyimpangkan jiwa dari keadaan itu dengan menjadikan indah bagi jiwa tersebut apa-apa yang diwahyukan sebagian mereka atas sebagian yang lain berupa perkataan indah untuk menipu. Maka tauhid itu berpusat di dalam fithroh sedangkan syirik adalah perkara yang kemudian datang dan masuk ke dalam jiwa.

Selengkapnya »